Album Donal Bebek. Majalah komik masa kecil yang lebih menarik perhatian saya dibanding majalah alternatif lainnya dimasa itu. Album Donal bebek lebih tepat disebut komik yang dikemas dalam tampilan majalah. Baru sadar bahwa ide ceritanya banyak yang 'out of the box'. Imaginasi tinggi suka-suka yang tidak akan dipertanyakan dasar teorinya. The authors bebas bermain dengan imaginasinya, bebas menyampaikan pengetahuan terselubung yang pastinya akan sangat sulit diterima jika itu diangkat sebagai sebuah fakta.
Bukan karena background kultur budaya asing yang menjadi daya tarik (especially where the authors come from). Cerita-cerita tematik yang banyak mengarah ke scifi (science fiction) adalah yang menjadikannya magnet tersendiri bagi saya. Banyak kisah berlatar belakang seperti perjalanan luar angkasa bertemu alien, UFO, petualangan kehidupan dimensi lain, time travelers, petualangan ke dasar laut, The Lost World, ancient tribes, The Curse of Nostrildamus, perjalanan mencari harta karun di suku Aztec, another world under the earth, perburuan ganggang hijau, survival issue, color mixture, The Lost Chart of Columbus, Kuda Troya, Atlantic, dll. Imaginasi luar biasa dari referensi historik dan ilmiah. Penulisan karya fiksi semacam ini nampaknya menjadi jalur yang lebih "aman" untuk menyampaikan fakta-fakta gila. Kadang saya berpikir tidakkah imaginasi juga bisa dibilang sebagai fakta juga? Fakta adanya faktor X sebagai pemicu imaginasi, fakta hasil pemikiran, fakta hasil inspirasi, wahyu, emosi, dsb. Adalah sebuah fakta bahwa pemikiran semacam itu bisa muncul. Tidak perlu diverivikasikan secara empiris. Ini adalah Fakta Tingkat Tinggi, in a higher level, karena bukti keberadaannya adalah fakta itu sendiri. Bagaimana imaginasi itu bisa muncul? Referensi referensi dari apa yang telah mereka dengar dan lihat baik secara sadar ataupun tidak. Ya,, fakta kemunculannya inilah yang menjadi premise. Fakta bahwa imaginasi itu ada, maka saya berpikir bahwa imaginasi juga bagian dari fakta, yang bisa dimaterialisasikan dalam wujud sebuah karya. (Terlepas dari sadar tidaknya sang penulis tentang dari mana inspirasi itu mereka dapatkan)
Bukan karena background kultur budaya asing yang menjadi daya tarik (especially where the authors come from). Cerita-cerita tematik yang banyak mengarah ke scifi (science fiction) adalah yang menjadikannya magnet tersendiri bagi saya. Banyak kisah berlatar belakang seperti perjalanan luar angkasa bertemu alien, UFO, petualangan kehidupan dimensi lain, time travelers, petualangan ke dasar laut, The Lost World, ancient tribes, The Curse of Nostrildamus, perjalanan mencari harta karun di suku Aztec, another world under the earth, perburuan ganggang hijau, survival issue, color mixture, The Lost Chart of Columbus, Kuda Troya, Atlantic, dll. Imaginasi luar biasa dari referensi historik dan ilmiah. Penulisan karya fiksi semacam ini nampaknya menjadi jalur yang lebih "aman" untuk menyampaikan fakta-fakta gila. Kadang saya berpikir tidakkah imaginasi juga bisa dibilang sebagai fakta juga? Fakta adanya faktor X sebagai pemicu imaginasi, fakta hasil pemikiran, fakta hasil inspirasi, wahyu, emosi, dsb. Adalah sebuah fakta bahwa pemikiran semacam itu bisa muncul. Tidak perlu diverivikasikan secara empiris. Ini adalah Fakta Tingkat Tinggi, in a higher level, karena bukti keberadaannya adalah fakta itu sendiri. Bagaimana imaginasi itu bisa muncul? Referensi referensi dari apa yang telah mereka dengar dan lihat baik secara sadar ataupun tidak. Ya,, fakta kemunculannya inilah yang menjadi premise. Fakta bahwa imaginasi itu ada, maka saya berpikir bahwa imaginasi juga bagian dari fakta, yang bisa dimaterialisasikan dalam wujud sebuah karya. (Terlepas dari sadar tidaknya sang penulis tentang dari mana inspirasi itu mereka dapatkan)
